Sabtu, 27 April 2019

Ketika Cinta Di Pertanyakan



Cintakah kita terhadap Allah SWT?


Pertanyaan pembuka dari trainer  di workshop Pola Pertolongan Allah, atau yang disingkat PPA kepada kami sebagai peserta workshop. 

Setiap umat muslim dari kecil sampai usia lanjut pun  akan mudah menjawab pertanyaan diatas. Begitupula dengan saya dan teman-teman peserta workshop.

Cintakah kita terhadap Allah SWT? 

Iya..saya cinta, Iya kami cinta. Semua umat muslim di muka bumi ini Cinta pada Allah SWT.

Lalu trainernya bertanya lagi,

"ok kalau cinta, seberapa sering kita bicara kepada Allah? Seberapa sering kita curhat pada Nya?
Jangan-jangan sehari itu hanya 5x buat cara pada Nya, ya pas sholat lima waktu saja..itupun sholat nya di akhir waktu atau kalau ingat."

Menurut beliau, ciri - ciri orang yang  jatuh cinta :

1. Maunya dekat dengan pujaan hati
2. Ketika sesuatu terjadi, dia orang pertama yang kita hubungi, dan kita SDH tidak mau menangis di depannya
3. Manja, maunya curhat terus dengan nya
4. Dia akan selalu ada dalam pikiran mu
5. Sering berkomunikasi dengan nya
Dan masih banyak lagi ciri-ciri orang jatuh cinta.

Pernahkah kita merasakan itu semua Pada ALLAH SWT? Pernahkah kita melapor di setiap aktivitas kita kepadaNya? 

Seberapa sering kita ajak Allah SWT untuk berbicara? Jangan-jangan Cinta Allah SWT yang kita ucapkan tadi hanya sekedar ucapan di mulut saja tapi bukan dari hati kita...deerrrr
  
Astaghfirullah, rasa bagaikan ditampar muka ini mendengar penjelasan beliau seperti apa Cinta kepada Allah SWT.

maafkan hamba Mu ini ya Rabb

Saat itu juga, entah kenapa saya langsung menangis malu pada Allah SWT dan diri saya sendiri .

Saya Cinta Allah, namun saya jarang sekali berbicara pada Nya. Saya cinta Allah SWT, namun saya jarang  melapor pada Allah SWT. Alangkah sombong diri ini ya Allah. Ilmu tak seberapa, harta tak seberapa tapi begitu angkuh dengan pemilik dunia..maafkan hamba Mu ini ya Rabb

Mulai saat itu sampai detik ini, saya belajar bagaimana mencintai Allah SWT  dari hati bukan hanya sekedar ucapan saja. Saya juga belajar bagaimana total bergantung pada Nya, hanya fokus pada Nya berharap mendapatkan cinta Nya.

Dan semua itu membuat berbedaan dalam diri saya. Dulu, waktu keponakan saya TK A, saya juga ikut TK A, alias menemani di sekolah selama satu tahun full. Bayangkan, dari pagi sampai siang duduk manis di luar kelas kakak, bundanya saja cuma seminggu menemaninya, eh Zia nya malah setahun. 

Sekarang, sejak saya tahu bagaimana belajar mencintai Allah dari hati, kakak tidak lagi saya temani, minta ke Allah SWT untuk menemaninya, dan serahkan semuanya pada Allah SWT. 

La Haula wa la quwwata Illa billahil 'aliyyil azhimi

Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.




My Journey jurnal dalam mencari cinta Nya Allah SWT dan belajar bagaimana mengaplikasikannya. 




0 komentar:

Posting Komentar