Lifestyle & Sustainability

Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
,

 Dirgahayu REPUBLIK INDONESIA KE 78 

TERUSLAH MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU




Tahukah kamu, dunia bisnis saat ini, sedang mengalami perubahan besar-besaran yang mengacu pada keberlanjutan dan go digital? Nah, UMKM juga perlu ikut merapat ke arah yang lebih modern dan ramah lingkungan, lho! Mengapa? Begini, dengan bertransformasi digital dan go green, UMKM bisa sejajar dengan tren global dan tetap menjaga kelestarian bumi. Royal Golden Eagle (RGE) bisa menjadi contoh inspirasi UMKM untuk go green. Mereka tidak hanya berhasil mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan, tapi juga berperan dalam melestarikan lingkungan. Kalau UMKM kita bisa belajar dari RGE, peluang untuk bertahan dan bahkan merambah pasar global akan makin terbuka lebar. 


source; RGE website



Coba bayangkan, dengan bertransformasi digital, UMKM bisa melompati batasan geografis dan memperluas jangkauan pasar. Ini artinya, produk yang tadinya hanya dikenal di lingkungan sekitar, bisa merambah ke pasar nasional bahkan internasional. Nah, RGE sudah membuktikan hal ini. Dengan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, Royal Golden Eagle menginspirasi UMKM untuk menanamkan nilai-nilai lingkungan dalam bisnis. Jadi, UMKM bisa membangun reputasi yang positif dan menarik bagi konsumen yang peduli lingkungan. Sustain and Go Green; Inspirasi RGE untuk UMKM Go Global!.




Oh, dan jangan khawatir soal biaya! Transformasi ini justru bisa membuat hemat operasional dalam jangka panjang. Beralih ke teknologi digital bisa memangkas biaya operasional dan mempercepat proses bisnis. Sedangkan praktik go green, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, bisa menurunkan biaya produksi dan menghemat sumber daya. Ingat, RGE berhasil menciptakan model bisnis berkelanjutan yang menguntungkan sambil tetap menjaga ekosistem. Jadi, dengan mengambil inspirasi dari mereka, UMKM juga bisa meraih keberhasilan yang berkelanjutan dan melesat menuju pasar global. Gimana, tertarik untuk meraih kesuksesan ala RGE? Ayo, waktunya UMKM go digital dan go green untuk masa depan yang cerah!



ROYAL GOLDEN EAGLE (RGE)




Royal Golden Eagle (RGE) mengelolah  sekelompok perusahaan manufaktur global berbasis sumber daya alam dengan fokus pada pengembangan sumber daya, pemanenan yang berkelanjutan, hingga pengelolahan produk yang bernilai tinggi, berkualitas dan ramah lingkungan. 



RGE didirikan oleh Sukanto Tanoto pada tahun 1967, dimana pada saat beliau memulai sebagai pengusaha kecil, hanya mempunyai 3 karyawan dengan modal usaha sekitar Rp.4 Jutaan. Beliau memulai dari sebuah toko kecil di Medan. Pada tahun 1973 mendirikan pabrik dengan nama usaha RGM. Saat ini, RGE memiliki aset lebih dari USS 30 milliar dollar, dengan jumalah karyawan lebih dari 60.000 karyawan, dan sudah beroperasi di Indonesia, Tiongkok, Brasil, Spanyol, dan Kanada, dan akan terus berkembang untuk melibatkan pasar dan komoditi baru. 



Dalam era modern ini, semakin banyak perhatian yang diberikan pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Bisnis dan konsumen semakin menyadari pentingnya berkontribusi dalam menjaga planet ini bagi generasi mendatang. Salah satu perusahaan yang mengambil peran utama dalam perubahan ini adalah Royal Golden Eagle (RGE), yang telah berhasil menerapkan praktik berkelanjutan dalam berbagai sektor.




RGE (Royal Golden Eagle) adalah perusahaan global yang telah memimpin dalam menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam operasinya. Dibentuk pada tahun 1973 oleh Sukanto Tanoto, RGE pertama kali didirikan sebagai usaha keluarga yang bergerak di sektor perkebunan. Namun, seiring berjalannya waktu, RGE berkembang menjadi entitas bisnis multisektor yang terkenal karena komitmennya terhadap prinsip-prinsip berkelanjutan.




Inilah salah satu alasan, mengapa saya ingin teman-teman UMKM  menyusuri jejak keberhasilan RGE dan menjadikan inspirasi dalam membangun usaha teman-teman. Kegigihan, keberanian, melihat peluang, dan ketekunan founder RGE bisa menjadi inspirasi buat teman-teman UMKM dalan menjalankan usaha. Selain itu, karena RGE adalah perusahan manufaktur yang berbasis sumber daya alam, mereka menjadi pionier perusahaan yang menerapkan praktik-praktik keberlanjutan di setiap lini bisnis RGE. Hal ini tergambar dalam visi RGE.


  "Menjadi salah satu Perusahan berbasis sumber daya alam berkelanjutan terbesar dan terbaik, senantiasa menciptakan manfaat untuk masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan."





Visi dan filosofi RGE inilah menjadi salah satu alasan adanya kerangka keberlanjutan RGE yang dipraktikkan oleh semua perusahaan dibawah RGE.



RGE mendasarkan operasinya pada beberapa nilai inti yang menggarisbawahi dedikasinya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Salah satu nilai inti utama adalah prinsip 5C, yaitu kerjasama, kontribusi, kompetensi, komunikasi, dan kejujuran. Prinsip ini membentuk landasan bagi aktivitas bisnis RGE dan memandu setiap langkah yang diambil perusahaan. RGE juga mengedepankan prinsip kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat lokal, untuk mencapai tujuan keberlanjutan.




RGE menjadi contoh inspiratif dalam hal sustainable living karena mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam strategi bisnisnya. RGE mengambil pendekatan holistik untuk keberlanjutan, yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perusahaan ini telah mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan yang terbukti efektif dalam mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Misalnya, RGE telah berinvestasi dalam pengembangan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa, untuk mengurangi jejak karbonnya.




Selain itu, RGE juga aktif dalam mendukung komunitas lokal melalui berbagai program sosial dan pendidikan. Perusahaan ini memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui pendidikan, perawatan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Langkah ini membuktikan bahwa RGE tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial.




Dengan komitmen dan inovasinya dalam berkelanjutan, RGE telah menjadi contoh inspiratif bagi perusahaan lain dalam menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dan ramah lingkungan. Keberhasilannya dalam mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam operasi bisnisnya mengilhami organisasi lain untuk mengikuti jejak yang sama, mendorong perubahan positif yang lebih luas dalam arah yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan lingkungan global.



Kelompok perusahaan RGE bergerak dalam sektor usaha berikut : 


Pulp dan kertas - APRIL & Asia Symbol

Kelapa Sawit - Asian Agri & Apical

Selulosa Khusus - Bracell

Serat Viscose - Sateri dan Asia Pacific Rayon

Pengembangan Sumber Daya Energi - Pacifil Oil & Gas



RGE memiliki kantor di Singapore , Jakarta , Hongkong, Beijing, dan Nanjing. Kelompok perusahaan RGE beroperasi di Indonesia, Tiongkok, Brasil, Spanyol, dan Kanada dengan kantor pemasaran yang terletak di seluruh dunia yang ditunjukan map di bawah ini. 





INSPIRASI RGE untuk TRANSFORMASI UMKM SUSTAIBILITY 


source; APRIL Website


RGE adalah pioner perusahaan internasional yang mengadopsi dan mempraktikkan keberlanjutan (SUSTAIBILITY) di semua lini bisnis mereka, termasuk itu para perusahan rantai pasokan bahan baku RGE. Secara tidak langsung, RGE memberikan inspirasi bagi UMKM Indonesia, bisnis boleh Go Global, namun Keberlanjutan tetap harus diperhatikan.



"RGE membuat kita paham bahwa kesukesan dapat dicapai dengan maksimal dan bermanfaat untuk masyarakat luas tampa harus mengorbankan lingkungan sekitar kita". 



Visi dan filosofi RGE inilah menjadi salah satu alasan adanya kerangka keberlanjutan RGE yang dipraktikkan oleh semua perusahaan dibawah RGE. Kerangka Keberlanjutan iatau sustainability frameworks ini juga akan menjadi pedoman semua perusahan di bawah RGE dalam mengaplikasikan praktik keberlanjutan. Ada 4 Sustainability Frameworks RGE:


A. RGE  Kerangka Kerja Keberlanjutan Industri Kehutanan, Serat Kayu, Pulp & Kertas. 


1. Dukungan yang proaktif pada masyarakat setempat

2.Menghormati hak-hak masyarakat hukum adat dan masyarakat tempatan.

3. Praktik-praktik bertanggungjawab di tempat kerja 

4.Konservasi sebagai bagian dari model bisnis kehutanan yang berkelanjutan

5. Tidak menebang hutan alam

6. Terus melakukan pengurangan jejak emisi karbon

7. pengelolahan lahan gambut yang bertanggung jawab

8. Pasokan kayu serpih dan pulp yang bertanggungjawab. 



B. RGE Kerangka Kerja Keberlanjutan Untuk Perlindungan Iklim untuk Masa Depan Berkelanjutan Demi Generasi Mendatang.


1. Konservasi 


RGE mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengelolahan hutan yang bertanggungjawab, mencakup identifikasi dan perlindungan Hutan dengan nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCVF), serta implementasi teknik-teknik pemanenan yang berdampak rendah terhadap lingkungan di sekitarnya. 


RGE telah membangun dan menerapkan standar-standar professionalitas yang tinggi untuk meningkatkan upaya-upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang RGE jalankan.


Selain dilengkapi oleh teknologi manufaktur yang modern, fasilitas-fasilitas kegiatan operasional perusahaan juga telah mendapatkan berbagai sertifikasi nasional dan internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, serta sertifikasi kehutanan PEFCFM/CoC.


2. Daur Ulang Air Dan Efisiensi Energi 


Di beberapa anak perusahan RGE sudah mulai menerapkan praktik daur ualng air dan efisiensi energi sepertI APRIL dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau Panel Surya  dan bus listrik karyawan, Asian Agri dengan pembangkit listrik dari biogass.


3.  Pengendalian Kebakaran 

RGE yakin bahwa pengelolahan resiko Kebakaran yang efektif merupakan hal yang vital untuk mempertahankan pengelolahan perkebunan yang berkelanjutan serta upaya-upaya konservasi yang dijalankan, oleh karena itu, seluruh pemasok bahan baku RGE harus wajib mentaati kebijakan tampa bakar yang ada dalam kerangka keberlanjutan RGE secara maksimal. 



Tahun 2014, RGE meluncurkan program Desa Bebas Api. RGE menyediakan fasilitas yang ,mempunyai kemampuan penekanan kebakaran kelas dunia seperti Helikopter dengan tim pemadam kebakaran, Bom Air, Tim Reaksi Cepat, dan alat canggih lainnya yang bisa mematikan api secara cepat. 


4. Restorasi Ekosistem Riau (RER)

Restorasi Ekosistem Riau terdiri dari 150,693 hektare hutan yang terletak di dua wilayah yaitu Semenanjung Kampar dan Pulau Padang. Pada akhir tahun 2020. group APRIL meningkatkan komitmennya dari US$ 100 juta menjadi investasi US$ 1 untuk setiap ton serat tanaman yang dipanen per tahun untuk konservasi dan restorasi lanskap (RER) sebagai bagian dari APRIL 2030. RER menggunakan pendekatan lanskap produksi-proteksi yang terintegrasi, dimana hutan tanam industri yang dioeprasikan oleh APRIL dan berada di sekeling RER memberikan perlindungan dan sumber daya yang efektif. (Instagram RER ).



source : RER Instagram 



C. Perbaikan kehidupan Melalui Kepedulian Sosial.

1. Pemberdayaan Masyarakat yang bermitra pada Yayasan Tanoto dan mitra lainnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat

2. Peningkatan Kesehatan dengan meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat, dan peningkatan kualitas kemampuan tenaga medis  

3. Perbaikan Infrastuktur

4. Pemberian keterampilan

5. Pendidikan 

RGE juga memberikan berbagai perubahan yang significant positif pada masyarakat terutama masyarakat sekitar operasional perusahaan. 



D. Program Pendampingan Masyarakat Berkerjasama dengan Pemerintahan 


RGE juga mempunyai komitmen untuk bersinergi dan  bermitra dengan pemerintahan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah operasional RGE, serta membantu pembangunan sesuai misi, Melaju Terus untuk Indonesia Maju. Asian Agri bekerjasama dengan pemerintahan untuk meningkatkan standar hidup di Indonesia dengan mendukung program transmigrasi, membekali masyarakat transmigrasi dan sekitar operasional mereka bagaimana menanam sawit berkelanjutan. 




Selain Sustainability Framework diatas, ada dua hal yang bisa dicontoh UMKM dalam menjalankan sustainability dan bisa kalaboraksi dengan RGE:

 


Sustainable Fashion: Menyatukan Elegansi dengan Lingkungan


Saat ini, tren mode berkelanjutan semakin mendapatkan perhatian global. Banyak perusahaan dan individu kreatif yang berusaha mengurangi dampak negatif industri fashion terhadap lingkungan. RGE telah membawa konsep ini lebih jauh dengan mengintegrasikan mode berkelanjutan ke dalam filosofi bisnisnya.

source: instagram APR


Perusahaan ini telah bekerja untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan dengan cara berinovasi dalam pemilihan bahan, proses produksi, dan desain. Menggunakan serat alami, pewarna alami, dan teknik produksi yang lebih berkelanjutan, RGE telah membuktikan bahwa gaya dan etika dapat bersatu dalam satu harmoni. Konsumen tidak lagi perlu memilih antara tampil modis atau peduli lingkungan, karena dengan produk fashion dari RGE, keduanya bisa diwujudkan.


UMKM bidang fashion, terutama yang berhubungan dengan wastra atau kain traditional Indonesia, seperti batik, kain songket, atau kebaya menggunakan produk andalan RGE seperti Viscose Rayon. yang bisa di daur ulang lagi, pewarna alami, dan semua proses pembuatannya diusahakan untuk zero waste. Ayo UMKM Indonesia terutama UMKM Fashion untuk menerapkan sustainable fashion dalam praktik bisnis nya. 




Upcycling Paper ; Membangun Masa Depan Tanpa Limbah

source : Instagram PaperOne


Salah satu cara terbaik untuk mengurangi dampak limbah adalah dengan upcycling, yaitu mengubah bahan yang tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi. RGE telah memahami pentingnya upcycling, terutama dalam sektor kertas. Upcycling kertas bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga tentang menghemat sumber daya alam yang berharga.


RGE telah mengimplementasikan teknik upcycling kertas dengan cara mengubah limbah kertas menjadi produk bernilai tinggi, seperti kemasan kreatif, produk rumah tangga, dan bahkan karya seni. Inisiatif ini membantu mengurangi tekanan pada hutan dan lingkungan, sambil memberikan peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi berkelanjutan.



Nilai - Nilai Inti Royal Golden Eagle


Berdasarkan Filosofi RGE , kita mengetahui bahwa nilai-nilai inti dalam bisnsi RGE berfokus pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Beberapa nilai inti ini meliputi:


1. Keberlanjutan 


RGE berkomitmen untuk mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan dalam seluruh aspek bisnisnya. Mereka berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

2. Tanggung Jawab Sosial 


RGE memahami pentingnya berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan tempat mereka beroperasi. Mereka berusaha untuk menciptakan dampak positif melalui inisiatif-inisiatif sosial dan pengembangan komunitas.


3. Inovasi

 
RGE mendorong inovasi dalam semua aspek bisnisnya, dari teknologi produksi hingga produk berkelanjutan. Inovasi merupakan kunci untuk mengatasi tantangan lingkungan dan sosial.


4. Kerjasama 


RGE mengutamakan kerjasama dengan mitra bisnis, pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional dalam upaya mencapai tujuan berkelanjutan.




RGE telah berhasil menjadi contoh inspiratif dalam praktik berkelanjutan dan ramah lingkungan. Beberapa langkah dan inisiatif yang diambil oleh RGE termasuk:


- Konservasi Hutan dan Biodiversitas


RGE berkomitmen untuk konservasi hutan alam dan biodiversitas. Mereka mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan dan mendukung program rehabilitasi lahan serta pelestarian ekosistem.


- Energi Terbarukan


RGE berinvestasi dalam energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air dan biomassa. Ini membantu mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.


- Daur Ulang


RGE mendorong daur ulang dan penggunaan bahan baku daur ulang dalam operasinya. Ini membantu mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam.


- Pengembangan Komunitas


RGE terlibat dalam berbagai program pengembangan komunitas, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Mereka berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.



- Transparansi dan Pelaporan


RGE menerapkan praktik pelaporan yang transparan terkait dengan dampak lingkungan dan sosial dari operasinya. Ini memungkinkan pemantauan dan pertanggungjawaban yang lebih baik. Berita laporan tentang RGE dan keberlanjutan selalu up-to-date di website resmi setiap perusahan di bawah RGE. 


Dengan menggabungkan nilai-nilai inti yang kuat dengan inovasi dan komitmen terhadap praktik berkelanjutan, RGE telah membuktikan bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan positif dalam mempromosikan gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.



Why UMKM harus Bertransformasi Sustainability or Go Green



Perubahan iklim telah menjadi isu yang sangat mendesak secara global dan memerlukan penanganan segera. Fenomena ini memicu sejumlah masalah yang mempengaruhi kesejahteraan manusia dan keberlangsungan hidup ke depannya, termasuk bisnis UMKM pun akan ikut terpengaruh oleh perubahan iklim yang kian hari kian mengkhawatirkan. UMKM perlu mengadaptasi praktik berkelanjutan untuk bisa berdaptasi dengan arah perubahan kebijakan pemerintah akbiat perubahan iklim, membantu mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan menghindari kontribusi lebih lanjut terhadap perubahan iklim.



UMKM dihadapkan pada tuntutan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi sumber daya untuk tetap berkelanjutan. RGE muncul sebagai pemimpin dalam mendorong transformasi ini, dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan. Melalui kampanye "Sustain and Go Global," RGE memberikan wawasan berharga dan sumber daya kepada UMKM, membantu mereka memahami manfaat strategi go green dalam meningkatkan daya saing dan ekspansi global.




Transformasi UMKM menjadi lebih berkelanjutan tidak hanya berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar untuk meraih pangsa pasar global. Praktik-praktik berkelanjutan dapat memberikan UMKM keuntungan kompetitif di pasar internasional melalui beberapa cara:


1. Diferensiasi Produk dan Merek


UMKM yang menerapkan praktik berkelanjutan dapat membedakan diri dari pesaing dengan menawarkan produk dan merek yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Konsumen global semakin mengutamakan produk yang diproduksi secara etis dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah. Dengan memiliki cerita unik tentang praktik berkelanjutan, UMKM dapat menarik perhatian dan loyalitas konsumen.


2. Akses ke Pasar Niche


Praktik berkelanjutan dapat membuka pintu bagi UMKM untuk memasuki pasar niche atau pasar segmen khusus yang lebih peduli terhadap isu lingkungan. Misalnya, produk organik, produk daur ulang, atau produk yang mendukung komunitas lokal dapat menemukan pasar yang setia dan berdedikasi.


3. Permintaan Tinggi dari Konsumen Global


Konsumen di berbagai negara semakin mengharapkan produk yang dihasilkan dengan memperhatikan praktik berkelanjutan. Dengan memenuhi permintaan ini, UMKM dapat mengalami peningkatan permintaan dari pasar global yang lebih besar.

Konsumen semakin sadar akan isu lingkungan dan cenderung memilih produk yang dihasilkan secara berkelanjutan. Dengan menerapkan praktik "go green," UMKM dapat memenuhi permintaan konsumen yang lebih tinggi untuk produk dan layanan yang ramah lingkungan


4. Kepatuhan Terhadap Standar Internasional


Beberapa pasar global menerapkan standar lingkungan dan etika yang ketat. UMKM yang sudah menerapkan praktik berkelanjutan akan lebih mudah beradaptasi dan memenuhi persyaratan ini, membuka pintu untuk masuk ke pasar-pasar yang memerlukan standar tersebut.


5. Kolaborasi dengan Rantai Pasokan Berkelanjutan


UMKM yang berfokus pada praktik berkelanjutan dapat menjadi mitra yang menarik bagi perusahaan-perusahaan besar yang ingin membangun rantai pasokan berkelanjutan. Ini dapat membawa peluang kolaborasi yang menguntungkan dan membantu UMKM meraih pangsa pasar internasional. seperti UMKM bidang wastra bisa menggunakan bahan textil berkelanjutan Rayon Viscose (sustainable fashion)


6. Akses ke Modal dan Investasi


Praktik berkelanjutan dapat menarik perhatian investor dan lembaga keuangan yang lebih cenderung mendukung bisnis yang memiliki dampak positif pada lingkungan dan sosial. UMKM yang menerapkan praktik berkelanjutan mungkin memiliki akses yang lebih baik ke modal dan investasi yang diperlukan untuk ekspansi internasional.


Bank Indonesia di tahun 2023 ini sudah mulai merencanakan dan fokus pada  seluruh UMKM binaan Bank BI untuk bertransformasi pada go green, dan mengajak UMKM lainnya untuk ikut serta bertransformasi.  (foto klasifikasi umkm binaan )



7. Mengatasi Hambatan Perdagangan


Beberapa negara mungkin memberlakukan hambatan perdagangan terhadap produk-produk yang tidak memenuhi standar lingkungan tertentu. Dengan menerapkan praktik berkelanjutan, UMKM dapat mengurangi risiko terhadap hambatan ini dan memperlancar proses perdagangan internasional.


Saat ini pangsa pasar untuk produk UMKM yang ramah lingkungan sangat luas, jadi tidak salah RGE  telah menguasai pasar internasional karena memenuhi standar permintaan global. 


8. Inovasi & Adaptasi


Perubahan iklim dapat mendorong UMKM untuk berinovasi dan mengadaptasi model bisnis mereka agar lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dan pasar. Mengadopsi praktik berkelanjutan dapat mendorong inovasi dan membantu UMKM bertahan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.


Dalam rangka meraih peluang di pasar global, UMKM perlu berkomitmen untuk menerapkan praktik-praktik berkelanjutan yang konsisten dan berkelanjutan seperti RGE. Ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas produk  mereka di pasar internasional, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan.



Berikut ini adalah langkah konkret yang bisa UMKM lakukan untuk go green yang terinspirasi oleh RGE 

 

1. Evaluasi Kinerja Lingkungan 

- Lakukan audit lingkungan untuk mengidentifikasi aspek-aspek bisnis yang berdampak pada lingkungan.
   - Tinjau penggunaan sumber daya seperti energi, air, dan bahan baku, serta identifikasi area di mana efisiensi dapat ditingkatkan.
- Tentukan model bisnis yang akan dipalikasikan dalam praktik bisnis UMKM apakah eco-adopter, eco-innovative atai eco-industri. 


2. Pencatatan secara terperinci

Setelah evaluasi kinerja lingkungan, mulailah mencatat semua bahan baku, proses produksi, penggunaan energi dan air, kemasan , distribusi, serta pengelolahan limba secara detail agar bisa di jadikan SOP perusahan dalam beroperasional. Apa yang bisa di hemat, maka lakukan lah namun kualitas produk yang di hasilkan tetap sama


3. Rencanakan Strategi Berkelanjutan 

- Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang  berhubungan dengan praktik berkelanjutan.
- Buat rencana tindakan konkret untuk mencapai tujuan tersebut
- Buat visi, misi dan filosfi bisnis yang berhubungan dengan keberlanjutan, cetak lalu gantung di tempat yang sering dilihat semua staff bisnis. Termasuk SOP operasional yang sudah kita buat dalam bisnis keberlanjutan.


4. Penggunaan Sumber Daya yang Efisien

- Pilih sumber daya yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan dan bahan baku daur ulang.
   - Optimalkan penggunaan energi dengan mengganti lampu hemat energi, mematikan peralatan yang tidak digunakan, dan menggunakan peralatan yang lebih efisien.
   - Pertimbangkan untuk menginvestasikan dalam teknologi yang lebih efisien energi.


5. Pengurangan Limbah
 
- Kurangi penggunaan bahan kemasan yang berlebihan dan pertimbangkan bahan kemasan ramah lingkungan.
- Pertimbangkan untuk mendaur ulang atau mendonasikan limbah yang dihasilkan. 
- Implementasikan praktik daur ulang dan kompos untuk mengurangi limbah padat.
- Mari menggunakan produk yang bisa di daur ulang atau upcycling 


6. Promosikan Produk Ramah Lingkungan 

- Kembangkan dan pasarkan produk atau layanan yang memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.
   - Berikan informasi yang jelas kepada pelanggan tentang manfaat lingkungan dari produk Anda.
- Gunakan tag sustainable dalam setiap kemasan produk yang kita buat.


7. Kalaboraksi dengan Pihak Terkait

- Bekerja sama dengan pemasok yang juga menerapkan praktik berkelanjutan untuk memastikan rantai pasokan yang berkelanjutan.


Menggunakan kertas PaperOne dalam administrasi kantor, atau Fotokopi sehingga bisa di upcycling paper, menggunakan kemasan ulang dari pabrik APRIL, menggunakan rayon viscose untuk bahan baku tektil bagi UMKM fashion dan bisa mudah memasuki pangsa pasar sustainable fashion yang saat ini lagi booming.


UMKM kuliner bisa menggunakan bahan baku dari hasil produksi Sawit yang berkelanjutan Asian Agri dan Apical.  


- Jalin kemitraan dengan organisasi lingkungan atau komunitas lokal untuk memperkuat komitmen berkelanjutan Anda. Berusahalah untuk zero waste, dimana sampah hasil produksi olahan bisa di daur ulang lagi oleh komunitas-komunitas lingkungan sehingga menghasilkan produk yang bisa di jual kembali.



8. Edukasi Karyawan dan Pelanggan


- Edukasi karyawan tentang praktik berkelanjutan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi. 
- Sosialisasikan manfaat produk dan layanan berkelanjutan kepada pelanggan 
- Pasang logo sustainable dalam produk dan 3R pada tempat produksi
- - Pastikan dukungan dan komitmen dari manajemen untuk memastikan keberhasilan transformasi berkelanjutan.
   - Budayakan kesadaran lingkungan di seluruh organisasi.


9. Pengukuran dan Pelaporan 

- Tentukan indikator kinerja kunci (KPI) untuk mengukur kemajuan dalam praktik berkelanjutan.
   - Buat laporan berkala tentang dampak lingkungan dan langkah-langkah berkelanjutan yang telah diambil, dan share di setiap media sosial bisnis sehingga orang tahu bahwa produk yang kita hasilkan dari proses bahan baku sampai didistribusikan sesuai dengan keberlanjutan. 



Tantangan Dan Peluang Masa Depan UMKM dalam Sustainability


Tdak bisa dipungkiri lagi ketika UMKM bertransformasi go green akan memiliki tantangan tersendiri yang harus UMKM atasi seperti : 


1. Biaya investasi awal yang tinggi dalam menerapkan praktik berkelanjutan seperti mengganti peralatan atau sistem produksi. Bagi UMKM dengan sumber daya terbatas, ini dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi. Mahal di awal, namun hemat dan berkualitas hasilnya.


2. Beberapa UMKM mungkin kurang memiliki pengetahuan tentang praktik berkelanjutan atau tidak sepenuhnya menyadari manfaatnya. Edukasi dan pelatihan diperlukan untuk membantu UMKM memahami implikasi positif praktik berkelanjutan. UMKM bisa mengikuti media sosial semua perusahan RGE, mencontoh apa yang bisa diaplikasikan secara perlahan-lahan di bisnis UMKM. 


3. UMKM sering kali memiliki tim yang terbatas dalam mengimplementasikan perubahan berkelanjutan, mungkin memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dari staf yang sudah ada. Ini adalah tantangan yang bisa diatasi dengan selalu mempromosikan laporan tentang keberlanjutan yang diadaptasi oleh UMKM di media sosial, sehingga akan banyak tim yang tertarik untuk bergabung. 

contoh perusahan APRIL ( salah satu perusahaan RGE yang memproduksi kertas PaperOne) dimana telah mengefisiensikan penggunaan energi dalam operasional dengan hadirnya Panel Surya sebgai pembangkit tenaga listrik, dan bus listrik perusahaan sehingga milenial, generasi muda  banyak yang ingin bergabung dengan APRIL


4. Penggunaan teknologi berkelanjutan bisa menjadi sulit bagi UMKM terutama UMKM daerah  yang tidak memiliki akses atau sumber daya untuk mengadopsinya. Oleh karena itu, pemerintah telah mencanangkan jaringan Internet sampai ke pelosok desa. 


5. Beberapa UMKM mungkin kesulitan menemukan pasar untuk produk berkelanjutan mereka atau mendapatkan pemasok yang ramah lingkungan. UMKM bisa bekerjsama dengan RGE yang sudah memproduksi bahan baku yang berkelanjutan seperti kertas, tekstil, minyak, butter, bisa juga mengadopsi sistim pertanian dan perkebunan yang sudah dilakukan RGE dalam keberlanjutan. 

UMKM bisa mengajukan diri untuk  menjadi mitra sekaligus binaa perusahaan -perusahan RGE


6. Regulasi yang kompleks atau berubah-ubah dapat menjadi hambatan bagi UMKM yang ingin mengadopsi praktik berkelanjutan.


7. UMKM mungkin kesulitan mengukur dampak lingkungan dari operasi mereka dan menentukan metrik yang akurat untuk menilai perubahan. Oleh karena itu, tantangan buat UMKM untuk bisa berkalaboraksi dengan banyak pihak termasuk dengan pemerintahan


8. Menerapkan praktik berkelanjutan mungkin memerlukan perubahan dalam rantai pasokan yang sudah ada, yang bisa menjadi rumit dan memakan waktu.


9. Keterbatasan Keuangan UMKM menjadi tantangan bagi UMKM dalam mengadopsi praktik keberlanjutan yang memerlukan investasi jangka panjang.



Itu adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi UMKM dalam mempraktikkan keberlanjutan, namun di balik tantangan itu ada banyak peluang untuk UMKM bisa bertumbuh dan mendunia :


1. UMKM yang mengadopsi praktik berkelanjutan memiliki peluang besar untuk membedakan diri dari pesaing serta menarik konsumen baru yang lebih peduli terhadap isu lingkungan. 


2. Praktik berkelanjutan dapat membantu UMKM memasuki pasar global yang lebih besar, terutama di negara-negara yang lebih menghargai produk berkelanjutan.


3. Konsumen semakin cenderung mendukung bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, memberikan peluang untuk pertumbuhan merek dan loyalitas pelanggan. Sekarang lagi booming eco-awakening, dimana banyak konsumen sadar akan keberlanjutan 


4. Meskipun ada biaya awal, praktik berkelanjutan sering kali mengarah pada efisiensi operasional jangka panjang, yang dapat mengurangi biaya dan menghemat operasional, sehingga UMKM bisa mengalokasikan dana nya untuk perkembangan bisnis.


5. UMKM berkelanjutan memiliki potensi untuk menarik perhatian investor yang mencari bisnis yang memiliki dampak positif pada lingkungan. Tidak hanya dari segi swasta seperti RGE memberikan bantuan berupa investasi pada UMKM sekitar pabrik operasional mereka, pemerintahpun seperti Bank BI sudah mulai melirik UMKM berkelanjutan sebagai binaan mereka. 


6. Mengadopsi praktik berkelanjutan dapat meningkatkan citra dan reputasi UMKM di mata konsumen dan komunitas bisnis.


7. Dengan mengurangi risiko lingkungan dan mengelola sumber daya dengan bijak, UMKM dapat memastikan keberlanjutan bisnis mereka dalam jangka panjang.


8. Praktik berkelanjutan dapat mendorong inovasi produk dan proses produksi yang lebih efisien, membuka peluang untuk ekspansi dan pertumbuhan.


9. UMKM berkelanjutan dapat menjadi bagian dari gerakan global untuk pelestarian lingkungan dan memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan berkelanjutan.





Transformasi UMKM menuju berkelanjutan dan go green merupakan langkah krusial dalam menjaga lingkungan dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Inspirasi dapat diambil dari perusahaan global seperti RGE, yang telah membuktikan bahwa praktik berkelanjutan mampu merangkul kesuksesan bisnis dan kesejahteraan lingkungan. RGE telah mengimplementasikan praktik berkelanjutan seperti konservasi hutan, energi terbarukan, dan pengurangan emisi karbon, membuktikan bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan positif. Produk-produk RGE yang berkelanjutan juga memberikan contoh nyata dalam memanfaatkan bahan baku yang ramah lingkungan.



RGE telah mengukir jejak sukses dengan mengubah bisnis mereka menjadi contoh hidup berkelanjutan yang menginspirasi. UMKM sekarang dapat mengikuti jejak tersebut dan mengejar peluang di bidang digital serta memadukan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam setiap langkah mereka. Bayangkan bagaimana digitalisasi bisa mempercepat jangkauan pasar dan mengurangi jejak karbon secara bersamaan. Dengan transformasi ini, UMKM bisa menjadi "sahabat hijau" bagi lingkungan dan "bintang global" dalam peta bisnis dunia.



Transformasi digital dan go green adalah kombinasi sihir yang bisa mengubah nasib UMKM, membawa mereka ke tingkat baru yang berkelanjutan dan global. RGE telah membuktikan bahwa jalan ini bukan hanya mimpi, melainkan tujuan yang dapat dicapai. Jadilah pelaku perubahan, bertransformasilah dengan percaya diri, dan biarkan bisnis UMKM tumbuh seperti hutan hijau yang kokoh dan merajai panggung global seperti RGE.


Sekaranglah saat yang tepat bagi UMKM untuk mengambil tindakan konkret dan bergabung dalam gerakan global untuk pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan mengadopsi praktik berkelanjutan, UMKM dapat meraih keunggulan kompetitif, menarik konsumen yang lebih sadar lingkungan, dan memperkuat reputasi bisnis. Mengambil inspirasi dari RGE, UMKM dapat memanfaatkan bahan baku yang berkelanjutan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Mari bersama-sama menjadi pelaku perubahan positif, menjaga alam, dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.



UMKM....Ayo Bergabung dalam Gerakan Berkelanjutan!

source : Instagram APRIL,APR, Agri Asian


Seperti yang telah ditunjukkan oleh Royal Golden Eagle, berkelanjutan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik. Kita dapat mengambil inspirasi dari praktik berkelanjutan yang telah diimplementasikan dalam mode dan upcycling paper Saatnya bagi UMKM dan individu untuk beraksi!


Dalam dunia mode, kita dapat mendukung desainer lokal yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan mendukung praktik produksi yang bertanggung jawab. Berbelanja bijaksana dengan memilih produk yang tahan lama dan memiliki dampak sosial positif.


Sementara itu, upcycling kertas bisa dimulai dari rumah. Cobalah mengubah kertas bekas menjadi karya seni atau produk fungsional, dan edukasikan teman dan keluarga tentang pentingnya mengurangi limbah.



Dengan mengikuti jejak RGE dan menerapkan praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, kita semua dapat berkontribusi pada perubahan positif. Mari bersama-sama menjaga planet ini untuk masa depan yang lebih baik. So, apalagi yang kamu tunggu...

Saatnya UMKM mendukung gerakan  sustainable living bersama RGE agar bisnis kita bisa sustain dan go global!.








--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sumber bacaan :

https://www.rgei.com/id/keberlanjutan/sustainability-framework

https://www.rgei.com/id/tentang-kami/sejarah-kami

https://www.sateri.com/about-royal-golden-eagle-rge/

https://www.aprilasia.com/en/about-royal-golden-eagle-rge

https://finance.detik.com/sosok/d-6887149/ini-sosok-sukanto-tanoto-gandengan-aguan-yang-mau-masuk-ke-ikn

https://money.kompas.com/read/2022/05/24/133400726/tak-hanya-tren-fesyen-berkelanjutan-kini-jadi-kebutuhan

https://money.kompas.com/read/2021/12/02/102100426/mendag-lutfi-lepas-produk-viscose-rayon-pt-apr-ke-pasar-global-dan-domestik


 

















Sustainable Living