Lifestyle & Sustainability

,
Tahun ini, 2019, kita mau lebaran di kampung halaman tercinta, di tanah kelahiran saya, sumatera Barat. Persisnya di Nagari Rao-Rao, kecamatan Sungai Tarab, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Semua persiapan mudik pun sudah di persiapkan secara lama, dan bismillah memasuki awal bulan puasa, suasana balik kampung pun sudah mulai terasa di rumah. Maklum sudah lama tak balik kampung ke Nagari Rao-Rao. Dan baru kali ini saya lebaran di kampung halaman.

Oh ya, nama kampung saya adalah Nagari Rao-Rao, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tanah Datar termasuk Luhak Nan Tigo. Luhak (wilayah darek) adalah daerah asli nenek moyang orang Minang. Luhak nan Tigo terdiri dari 3 Luhak 

1. Luhak Tanah Data atau Tanah Datar ( Luhak Nan Tuo) "Buminyo Lembang, aianyo tawa, ikannya banyak". Warna bendera nya kuning. ibukota kabupatennya adalah Batusangkar. 

Kampung saya masuk daerah Luhak Tanah Datar, daerahnya cantik, air nya tawar dan jernih, ikannya banyak. terletak dekat 
 dengan gunung Merapi. Dan pusat kerajaan Minangkabau dulu ada di daerah Batusangkar, Istana Pagaruyuang, atau sekarang dikenal dng Istana Baso Pagaruyuang.

2. Luhak Agam, Luhak Nan Tangah.
"buminya Angek, airnya karuah, ikannyo lia"
Warna bendera adatnya merah. Bukittinggi, daerah destinasi wisata yang kalau musim libur terutama lebaran padat merayap termasuk daerah Luhak Agam. Gunung Marapi berada di daerah Agam.

3. Luhak Limapuluah, Luhak Nan Bungsu
Warna benderanya hitam.
Kalau teman-teman pergi ke pesta nikahan orang Minangkabau, suka lihat ada kain 3 warna (Marawa) ;  kuning, merah dan hitam, nah itulah bendera adat Minangkabau, yang berasal dari tiga Luhak, ikatan yang tak pernah terpisahkan dan tetap satu dalam adat Minangkabau. Bendera Marawa sudah ada sejak kerajaan Pagaruyuang dan sampai sekarang masih di gunakan dalam adat budaya Minangkabau.

Nah logo Rumbengk pun sebenarnya terinspirasi dari bendera Marawa ini, dan saya pun sangat menyukai warna merah, hitam dan kuning.
Back to perjalanan mudik kami ke kampung halaman tercinta.

Perjalanan 12 jam dari Bengkulu - Nagari Rao-Rao sangat mengasyikkan dan lumayan melelahkan. Berangkat jam 4 sore dari Bengkulu sampai di kampung jam 4 subuh. Bengkulu - Linggau - Muaro Bungo - Dharmasraya - Sijunjung - Sitangkai - Batusangkar - Sungai tarab - Nagari Rao-Rao 
Isi bensin Dexlite di beberapa tempat selama perjalanan ke daerah Sumbar. Di jalur lintas tengah, pom bensin banyak dan Alhamdulillah ada dexlite semua, beda jalur Lubuklinggau - Sekayu, Dexlite tidak ada. Salah satu ciri khas ketika masuk daerah Sumbar adalah tidak adanya Indomaret dan Alfamart

Nagari Rao-Rao, terletak di kecamatan Sungai Tarah, termasuk kabupaten Tanah Datar, Authentic Minangkabau. Yes, di Kabupaten Tanah Datar memang Authentic Minangkabau. Di Kabupaten Tanah Datar, ada istana Baso Pagaruyung, istana dari kerajaan Pagaruyung. Selain itu, Desa Pariangan menjadi salah satu desa tercantik di Dunia. Wajar, mereka Authentic Minangkabau.



Dan saya, sudah menyiapkan list apa saja yang harus saya lakukan saat pulang kampung ke Nagari Rao-Rao. Kami, berangkat dua hari mau lebaran, dan sampai sehari lebaran. Sempat sahur di daerah Dharmasraya, dan bisa berbuka dengan masakan ala Batusangkar

Hari pertama di Kampung Nagari Rao-Rao

Belanja persiapan lebaran di pasar Batusangkar.
Di kampung saya, hari balai itu hari Rabu dan Sabtu, jd selain itu kalau mau belanja keperluan dapur ya ke pasar di ibukota Kabupaten, Batusangkar, sekitar 15-20 menit perjalanan. Saya sengaja agak siangan ke pasar Batusangkar, biar sekalian beli makanan khas Tanah Datar untuk berbuka puasa.
Pasar nya sangat rame, dan saya pun gelap mata, semuanya hampir di beli.  Maklum kangen masakan kampung. Dan baru sadar saat sampai di rumah, sepupu saya bilang, saya beli kemahalan dan ga pakai tawar menawar pula hahahahaha tak apalah, namanya juga pulang kampung bagi rezeki buat orang kampung.
Menu berbuka hari terakhir puasa
Lemang tapai
Sambal Lado Tulang
Telur Orak Arik Kucai
Kerupuk Kulit
Goreng ikan asin
Sayur bayam bening
Masya Allah..sampai nambah dua piring.
Malamnya kita ikut takbir keliling dan main kembang api depan rumah.

Kerupuk jangek

Sambal Lado Tulang 



Hari ke dua malam takbiran di kampung

Lebaran Idul Fitri pun menghampiri, dan sholat Idul Fitri di kampung di mulai jam 7:30 WIB. Kalau di Bandung, jam 6 sudah mulai. Beda di Sumatera. Rencana mau jalan kaki ke lapangan gudang, dan ternyata itu jauh, jadi diputuskan naik mobil ramai-ramai ke sana. Oh ya di rumah selain sepupu saya, adik papa saya juga pulang kampung dari Teluk Kuantan, pak Martin. Jadi rame di rumah papa.

Siangnya, kami (saya dan keluarga adik saya, serta adik saya yang cewek) silatuhrami ke rumah bos adik saya ke Bukittinggi. Mumpung belum macet total. Sekitar hampir 45 menit perjalanan dari kampung saya ke Bukittinggi. Dari Bukittinggi, kita langsung ke Padang Panjang makan sate Mak syukur, setelah itu,  silatuhrahim lagi ke Pariaman. Sengaja hari Pertama jalannya jauh-jauh biar ga kena macet di beberapa titik.

Biasanya setiap liburan, terutama lebaran, banyak yang ingin liburan ke Bukittinggi, jadi ada beberapa titik jalan macet dan kadang suka di alihkan ke jalan lain karena hanya di buka satu jalur. Pokoknya kalau mau ke Bukittinggi, Jang datang saat jadwal liburan, crowded. Kecuali ingin merasakan bermacet-macet ria.

Dari Pariaman jam 1 dini hari, sampai di kampung saya jam 2:15. Sengaja ambil jalur Pariaman-Padang Panjang - Bukittinggi -Baso - Salimpaung - nagari Rao-Rao.

Oh ya hari pertama lebaran, saat kita mau ke baso, ban belakang kena kawat dan kembes total. Akhirnya ganti ban serep. Yang juga ternyata kurang angin. Ban depan juga kena sedikit, namun tak separah ban belakang. Di Bukittinggi hari pertama lebaran belum ada toko ban yang buka. 


Hari ke 3 Mencari Ban

Karena Ban serep juga kurang angin, dan ban depan pun seperti kena juga, maka diputuskan hari ke dua lebaran, kami ke Bukittinggi untuk beli Ban, biar pulang nanti enak bawa nya. Apa dikata, jalanan menuju Baso di ahlikan ke jalan Setapak yang seharusnya untuk satu jalur, dibuat menjadi dua jalur. Harus extra hati-hati. Pemandangan kiri kanan nya sawah terbentang. Keponakan saya suka karena mereka bisa melihat sawah dan kerbau dari dekat.

Yang biasanya hanya sekitar 40 menit ke Bukittinggi, malah menjadi 1 jam 20 menit. Macet hampir di semua ruas jalan Bukittinggi, apalagi daerah Jam Gadang. Jangan di tanya..macetttt
Sampai Di Bukittinggi, semua toko ban tutup dan terpaksa balik lagi ke Batusangkar. Dan kami pun terpaksa lewat Payakumbuh ke Batusangkar karena jalan menuju Baso di tutup. Mengandalkan GPS di malam jam 8 itu sesuatu dan luar biasa. Sampai di rumah jam 9:30 Malam. Lumayan keliling ga jelas demi mencari Ban.


Hari Ke 4

Hari ke 3 lebaran, saatnya jalan-jalan dan tetap cari ban serta isi angin ban ke Bukittinggi. Sengaja pergi lebih pagi biar ga kena macet, eh tetap aja macet  dan lewat jalur kemarin. Dan toko ban tutup. Terpaksa pulang lagi ke kampung. Dan pulang nya lewat jalur pergi. Entah kenapa saat pulang agak sedikit sangat ekstrim. Mungkin karena hujan, jalanan becek, dan mereka pun terpaksa buka tutup agar kendaraan bisa lewat di beberapa titik yang rawan longsor.  Kadang, kita suka lupa untuk beri jalan buat yang lewat, sudah tahu mobil Innova Reborn itu body nya bongsor, bukannya geser sedikit ke kiri itu sedan, eh malah berhenti agak ke tengah, ga mau geser ke kiri nya yang sedikit lapang, sehingga kita pun bingung bagaimana mau lewat, karena di sisi kiri itu sudah tak ada jalan.alhasil macet sampai di belakang. Mana lagi hujan, eh si bapak ga mau juga ngalah ke kiri nya yang menurut kita lumayan luas. Hadeh. Bukan masalah mobilnya bagus nanti takut lecet, tapi emang di sisi kiri sudah tak ada jalan , terus bagaimana kita mau jalan. Sekitar 10 menit, akhirnya pemuda yang membantu arus  jalan pun turun tangan, si bapak diminta geser sedikit dan kami pun bisa lewat.
Macet pun teratasi.


Hari ke 5 Mengejar Lontong 

Di kampung saya, ada lontong gulai yang enak Bana ,Namun harus pagi-pagi ke sana, kalau sudah jam 7 suka habis, karena etek tuh buka jam 5:30 WIB. Seperti saya yang pede datang jam 7, pas ke sana habis dah. Padahal dekat rumah tinggal loncat aja nyampe. 😂😂😂 Ok fine, besok akan lebih pagi lagi. 

Karena ke Bukittinggi macet, jadi diputuskan jalan -jalan ke Batusangkar, siapa tahu ada toko ban besar dan sudah buka, sekalian ngambil laundry an. Dan ternyata toko ban di Batusangkar sudah buka di hari kedua Lebaran 😱 . Tahu begitu mah ke Batusangkar saja. Mungkin karena selama ini berpikir, Bukittinggi adalah kotamadya, jd toko ban buka di hari pertama. Ternyata Batusangkar sudah menyediakannnya.

Harga Ban di batusangkar hanya beda sekitar 200rb an dengan harga Ban di Bengkulu. Isi angin dan cek Semua Ban mobil agar nanti saat pulang ke Bengkulu tinggal cus saja.

Hari ke 6 Masih Mengejar Lontong 

Kemarin telat beli lontong, jam 7 sudah habis. Jadi pagi ini, habis sholat subuh, sekitar jam 05:30 saya dengan semangat 45 menuju warung etek untuk beli lontong, pas nyampe di sana lontongnya belum di jemput, dan saya pun kebagian jaga warung lontong sambil nunggu lontongnya di jemput. Luar biasa itu etek (Tante) ...

Karupuk kuah Rao-Rao





Siangnya, kita ke Bukittinggi dan menginap dua malam di Bukittinggi dan dari bukittinggi nantinya kita langsung ke Bengkulu. Biasanya kita suka menginap di Novotel Bukittinggi, namun karena full, diputuskan menginap di Grand Rocky Bukittinggi (review hotelnya, di sini) 

sampai di Bukittinggi, lumayan macet juga dan bisa lewat Baso, bukan jalur exstrem kemarin. Langsung antar barang ke hotel. Dan pesan grab ke Jam Gadang. Jam Gadang masih macet, dan susah parkir. Tujuan kita ke Los Lambung, alias makan nasi Kapau di dekat pasar lereng.


Jadi Bukittinggi ada pasar atas, terus pasar Los Lambuang (Nasi Kapau) - pasar lereng (karena jalan nya lereng - pasar bawah.
Kalau pasar Atas, itu tempat beli oleh-oleh baik makanan atau pernak-pernik atau baju khas Bukittinggi. Di pasar Ateh, enaknya makan sate dan es dadiah, semacam yogurt ala Minang.
Selain itu di jam gadang bisa makan kerupuk kuah sate dan pensi. Uenak


Hari ke 7 Still di Bukittinggi

Hari ini tujuan kita ke ngarai Sianok dan bukit takuruang. Di ngarai sianok terkenal dengan itik Lado hijaunya, dan goreng pisang ala ngarai itu lamak Bana.
Jalan ke bukit takuruang lumayan sedikit terjal dan butuh extra hati-hati, as so far halamannya aspal dan mulus.


Hari ke 8, persiapan pulang ke Bengkulu

Dari Bukittinggi kita ke Padang panjang terus ke danau Singkarak langsung ke Solok ,Sijunjung dan balika ke Bengkulu. Itu rencana awalnya, dan saat makan siang di rumah makan pak Datuak di Padang Panjang, iseng buka @traveloka ngecek Emersia Hotel and Resort Batusangkar.
Sebenarnya ini hanya sekedar penasaran dengan hotel bintang 4 baru di Batusangkar. Dalam pikiran saya, owner nya ini antara gila atau emang  pingin bangun nagari ya sampai berani bangun hotel bintang 4 di Batusangkar yang belum menjadi primadona wisata seperti Bukittinggi dan Payakumbuh. Emang awesome itu owner nya. Ngecek di Traveloka, eh ternyata harga rate Emersia sesuai dengan harga dompet, jadi saya pesan satu kamar, pulang ke Bengkulu...ya diundur satu hari.


Hari ke 9, Emersia Batusangkar

Wah...awesome ini hotel, jadi kami pun perpanjang menginap di sana. Dan explore Batusangkar. Sepanjang usia saya, baru kali ini bisa explore kampung tercinta. Biasanya kalau pulang kampung hanya Rao-Rao - Batusangkar. Kali ini kami mengunjungi desa tercantik sedunia , desa Pariangan yang terletak di dekat kaki gunung Marapi, dan ternyata bisa mendaki gunung Marapi dari jalur desa Pariangan.
Di sana juga ada lokasi minum kopi kawa, daun kopi yang di rebus dan terasa seperti kopi, minuman khas tanah datar. Singgah sebentar sambil minum kopi kawa dan saya pun sempat beli pokat mentega kecil-kecil sebesar buah kedondong. Beli dua kilo dan ternyata kurang 2 kilo, pokat nya enak banget banget .
Hari Kamis, hari Balai atau hari Pasar Batusangkar dan saya sempat jalan-jalan mengunjungi pasarnya Batusangkar..wuihhh rasanya mau borong semuanya, terus dibawa ke rantau.



Di sini enak kopi kawa nya, Recommended



Hari ke 10, Balik lagi ke Bukitinggi

Seharusnya kita sudah mesti balik ke Bengkulu, namun karena ada sedikit yang harus di urus, balik lagi ke Bukittinggi, dan kali ini kami menginap di Novotel Bukittinggi. Dan malam nya kami sengaja duduk manis di jam Gadang sambil lihat air mancur menari. Keren euy..namun sayang, masih crowded di jam gadang, jadi hanya sebentar saja, balik lagi ke hotel.
Novotel Bukitinggi dekat sekali dengan Jam Gadang. Jadi bisa jalan kaki 5 menit nyampe deh.
Hari ke 11 Balik ke Bengkulu
Ini perjalanan terlama yang kami jalani, yup 11 hari balik kampung..11 hari mudik.. Awesome dah, dan sengaja tak beli oleh-oleh, mobil SDH crowded dengan baju kotor.
PendaDanaan selama Mudik? Lumayan untuk pengiritan selama setahun hahahahaha
Berangkat dari Bukitinggi jam 13:00 siang, masih kena macet di Padang Luar, jalur Bukittinggi -Padang Panjang, salah beli buka Mariana (buka nya dingin dan ga enak) , makan siang dipinggir danau Singkarak , makan malam pecel lele di muara Bungo dan Alhamdulillah akhirnya jam 4 subuh sampai dengan selamat di Bengkulu.




Nb: tulisan ini di selesaikan di hotel Novotel Palembang, dan jadi kepingin mudik lagi 😂😂😂

,


Cintakah kita terhadap Allah SWT?


Pertanyaan pembuka dari trainer  di workshop Pola Pertolongan Allah, atau yang disingkat PPA kepada kami sebagai peserta workshop. 

Setiap umat muslim dari kecil sampai usia lanjut pun  akan mudah menjawab pertanyaan diatas. Begitupula dengan saya dan teman-teman peserta workshop.

Cintakah kita terhadap Allah SWT? 

Iya..saya cinta, Iya kami cinta. Semua umat muslim di muka bumi ini Cinta pada Allah SWT.

Lalu trainernya bertanya lagi,

"ok kalau cinta, seberapa sering kita bicara kepada Allah? Seberapa sering kita curhat pada Nya?
Jangan-jangan sehari itu hanya 5x buat cara pada Nya, ya pas sholat lima waktu saja..itupun sholat nya di akhir waktu atau kalau ingat."

Menurut beliau, ciri - ciri orang yang  jatuh cinta :

1. Maunya dekat dengan pujaan hati
2. Ketika sesuatu terjadi, dia orang pertama yang kita hubungi, dan kita SDH tidak mau menangis di depannya
3. Manja, maunya curhat terus dengan nya
4. Dia akan selalu ada dalam pikiran mu
5. Sering berkomunikasi dengan nya
Dan masih banyak lagi ciri-ciri orang jatuh cinta.

Pernahkah kita merasakan itu semua Pada ALLAH SWT? Pernahkah kita melapor di setiap aktivitas kita kepadaNya? 

Seberapa sering kita ajak Allah SWT untuk berbicara? Jangan-jangan Cinta Allah SWT yang kita ucapkan tadi hanya sekedar ucapan di mulut saja tapi bukan dari hati kita...deerrrr
  
Astaghfirullah, rasa bagaikan ditampar muka ini mendengar penjelasan beliau seperti apa Cinta kepada Allah SWT.

maafkan hamba Mu ini ya Rabb

Saat itu juga, entah kenapa saya langsung menangis malu pada Allah SWT dan diri saya sendiri .

Saya Cinta Allah, namun saya jarang sekali berbicara pada Nya. Saya cinta Allah SWT, namun saya jarang  melapor pada Allah SWT. Alangkah sombong diri ini ya Allah. Ilmu tak seberapa, harta tak seberapa tapi begitu angkuh dengan pemilik dunia..maafkan hamba Mu ini ya Rabb

Mulai saat itu sampai detik ini, saya belajar bagaimana mencintai Allah SWT  dari hati bukan hanya sekedar ucapan saja. Saya juga belajar bagaimana total bergantung pada Nya, hanya fokus pada Nya berharap mendapatkan cinta Nya.

Dan semua itu membuat berbedaan dalam diri saya. Dulu, waktu keponakan saya TK A, saya juga ikut TK A, alias menemani di sekolah selama satu tahun full. Bayangkan, dari pagi sampai siang duduk manis di luar kelas kakak, bundanya saja cuma seminggu menemaninya, eh Zia nya malah setahun. 

Sekarang, sejak saya tahu bagaimana belajar mencintai Allah dari hati, kakak tidak lagi saya temani, minta ke Allah SWT untuk menemaninya, dan serahkan semuanya pada Allah SWT. 

La Haula wa la quwwata Illa billahil 'aliyyil azhimi

Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.




My Journey jurnal dalam mencari cinta Nya Allah SWT dan belajar bagaimana mengaplikasikannya. 




,
ASUS ZenBook Blogger Gathering Roadshow Bengkulu

Hari Sabtu tanggal 6 April 2019, ASUS mengadakan ASUS ZenBook Blogger Gathering Roadshow Bengkulu. Acara di mulai di restaurant Raflessia hotel Grage Bengkulu. Dihadiri sekitar 36 blogger keren Bengkulu. ASUS ZenBook Blogger Gathering Roadshow Bengkulu di pandu oleh Katerina, sebagai traveler blogger, dan Anjas Maradita, content and Youtuber. Mereka berdua akan  sharing bagaimana ASUS ZenBook membuat mereka semakin berkreatifitas, semakin kreatif dan produktif.





Acara Gathering dimulai jam 12:00WIB dengan makan siang bersama. Setelah itu, kak Katerina dan kak Anjas mulai acara talk show dengan tema ASUS ZenBook, Unleash Your Creative Vision.


ASUS ZenBook saat ini terdiri dari tiga seri, UX333 (13 inci) , UX433 (14 inci) dan UX533 (15 inci). Saat acara gathering kemarin, kak Anjas membawa contoh ASUS ZenBook UX433 & UX533. Ketiganya adalah ultrabook premium. Desain laptopnya elegan, masterpiece dan ekslusif .


Laptop ASUS ZenBook 14 & 15




3 series laptop ASUS ZenBook




Ada banyak alasan kenapa ASUS ZenBook benar-benar merupakan laptop ultra-tangguh sekaligus ultra-portabel yang tepat untuk para profesional on-the-go. 

A. ASUS ZenBook dengan Teknologi NanoEdge Display 

Salah satu seri ZenBook adalah  UX333, laptop 13" terkecil di dunia bahkan lebih kecil dari kertas A4. Laptop ASUS ZenBook menggunakan teknologi  Frameless NanoEdge Display yang menghadirkan Bezel ultra-tipis.

"Series ZenBook terbaru kali ini bukan hanya sekadar canggih, tetapi juga sangat elegan berkat bezel-nya yang sangat tipis, sehingga menghadirkan pengalaman visual Tampa batas dengan screen-to-body ratio mencapai 95%" kata Kak Anjas Maradita, Content writer and Youtuber.



Nyaman mengetiknya dan visual layarnya yang keren habis

ASUS ZenBook yang dua layar , kak Anjas punya




Kemarin, banyak teman-teman blogger salah tebak, layar 14 inci dibilang 15 inci. Yup, itu karena teknologi Framless NanoEdge Display membuat layar nya full. Selain itu teknologi ini juga membuat series  ZenBook memiliki body paling ringkas, bahkan paling ringkas diantara laptop sekelasnya. Jadi ga salah kalau ASUS mengklain ZenBook 14 menjadi The world’s smallest 14-inch laptop and the most Compaq design.



Menurut kak Katerina, seorang traveller blogger, Series ZenBook sekarang sangat membantu beliau dalam aktivitas traveller blogger beliau. Teknologi NanoEdge Display yang membuat bezelnya ultra tipis sehingga  ZenBook benar-benar paling ringkas dan compaq di dunia, hal itu memudah kak Katerina membawanya saat Travelling atau bekerja di luar rumah. Bayangkan saja, kalau kak Katerina yang kecil dan mungil harus nenteng laptop yang beratnya hampir dua kilo travelling, waduh..bisa ribet luar biasa. Jangan-jangan bukan ngeblog saat liburan, tapi pergi ke tukang urut karena pegal bahu..



ASUS ZenBook sangat banyak membantu Kak Katerina dalam ngeblog saat Travelling, dan bahu pun tetap aman


Kak Anjas menenteng Laptop ASUS ZenBook dengan satu tangan, keren stylenya kak Anjas. 


Zia aja yang badannya lebih besar dari kak Katerina tak sanggup bawa laptop yang beratnya hampir dua kilo, apalagi beliau. Makanya  Series ZenBook sangat banyak membantu beliau dalam berkarya sebagai seorang  travel blogger. #UnleashYourCreativeVision



B. Teknologi ErgoLift

ASUS ZenBook sudah menggunakan teknologi eksklusif ErgoLift dimana, membuat keyboard laptop begitu nyaman dipakai untuk mengetik lama dengan posisi laptop yang nyaman. Selain itu, teknologi ErgoLift ini juga meningkatkan sirkulasi udara di laptop sehingga bisa mendinginkan laptop (cooling syatem) dan juga meningkatkan performa audio. Teknologi ErgoLift hanya dimiliki oleh ASUS saja. Jadi ga perlu lagi beli kipas angin tambahan, ga perlu lagi panik dengan laptop yang panas saat sedang asyik-asyiknya bekerja...sudah Ada Teknologi ErgoLift. 






C. Konektivitas Yang Lengkap dan Cepat

Seperti kemarin saat gathering,  dari Restaurant Raflessia hotel Grage, kita traveling ke Benteng Marlborough, landmarknya kota Bengkulu. Benteng itu sudah berdiri lebih dari 100 tahun, peninggalan Inggris dan baru satu kali di pugar itupun hanya bagian luarnya. Benteng Marlborough adalah benteng terbesar se-Asia Tenggara. Kita coba bawa Asus ZenBook ke sana. Mencoba mengetik di Benteng, yang notabene bukan tempat tongkrongan. WiFi disediakan namun stock kontak tidak ada. 







Mengetik sambil berdiri pun bisa

Mengetik diatas rumput pun ok



Cuaca Bengkulu, saat itu panas terik, namun ASUS zenBook tetap tidak terpengaruh panasnya udara. Konektivitas nya cepat dan lengkap. Storagenya yang menggunakan SSD sebesar sampai 512GB cukup menguntungkan karena memiliki kecepatan transfer data yang tinggi. USB 3.1 type A,  port USB 3.1 Gen 2 Type-C yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10Gbps. Tambahannya lagi, ada port HDMI, combo audio jack, dan pembaca kartu MicroSD ikut dihadirkan di jajaran laptop ZenBook terbaru ini.


D. NUMPAD AND TOUCHPAD

Di ZenBook 14 UX433 disematkan numpad virtual yang bisa diaktifkan melalui tombol khusus. Ketika tombol ditekan, numpad akan muncul di touchpad menggunakan LED khusus dan menggantikan fungsinya. Sementara pada ZenBook 15, Asus tetap menghadirkan tombol numpad konvensional karena dimensi laptop ini cukup besar untuk menampung semua tombol. Seperti laptop ASUS ZenBook punyanya kak Anjas yang ZenBook 15 yang kemarin sempat Zia lihat. 



Laptop UX333/UX433/UX533nya ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Fast Face Login (Face recognition for login)



Keyboard nya menggunakan key travel sejauh 1,4 milimeter, setiap tombol pada jajaran laptop ZenBook Classic terbaru terasa sangat nyaman ketika ditekan. Ditambah LED backlit, mengetik menggunakan laptop ini pun menjadi tetap nyaman meski dalam keadaan gelap. 

Setelah dari Benteng Marlborough, kita langsung ke cafe Aloha di pinggir Pantai Panjang sambil menunggu sunset. Cafe ini terkenal dengan pizza dan suasananya yang adem dan tenang. Namun menurut Zia agak sedikit gelap. Zia coba menggunakan ASUS ZenBook ditengah remangnya sore hari, dan woilaaaa LED Backlit nya bekerja, mengetik tetap nyaman meski dalam keadaan gelap. 




E. Mempunyai sertifikasi Military Grade


Seri ZenBook kali ini  sudah mengantongi sertifikasi Military Grade MIL-STD-810G, menandakan bahwa laptop ini memiliki durabilitas tinggi. Selain lolos standar uji ketahanan internal ASUS, jajaran laptop terbaru ini juga lolos berbagai pengujian ekstrem termasuk pengujian pada ketinggian dan kelembapan ekstrem. ASUS ZenBook benar-benar tangguh. 

Untuk kita-kita yang blogger, atau lagi belajar blog seperti Zia butuh banget laptop yang sudah tersertifikasi military Grade, kadang Tampa sengaja terbentur atau terinjak sama anak-anak seperti laptop Zia yang lama. 



ASUS ZenBook juga memakai teknologi Audio Herman/kardon


F. Baterai Asus ZenBook tahan 14-16 jam 

Laptop Zia yang lama, dulunya hanya bertahan sampai 5-7 jam, dan sekarang mesti duduk dekat stock kontak supaya bisa hidup. Bayangkan, kalau rapat di cafe , harus rebutan stock kontak agar laptop bisa hidup. 

ASUS ZENBOOK didesain untuk pengguna mobilitas yang tinggi dengan menghadirkan juga ketahanan baterai yang tinggi yaitu 14 jam untuk seri Ux333 & UX433, serta 16 jam untuk UX533. Ketahanan baterai yang lama memastikan para penggunanya bisa beraktivitas seharian Tampa perlu mengisi daya baterai. Cukup sekali charger, dan kita bisa beraktivitas seharian.

Saat gathering, di restaurant stock kontak kurang, di benteng malah tidak ada, pas di cafe Aloha, hampir semua teman blogger "mencari" stock kontak untuk charger HP atau laptop mereka. Namun kak Katerina dan kak Anjas, enjoy aja sambil minum es jeruk. Wong baterai laptop mereka masih ada. Apalagi Kak Katerina, pakai ASUS ZenPhone baterainya masih ada setengah...keren Khan ASUS, tahu apa yang kita mau. 


G. Performa Terbaik 

ASUS ZenBook ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke -8. Didukung oleh GPU NVIDIA GeForce. Semua series ZenBook yang terbaru sudah menggunakan NVMe PCle SSD berperforma tinggi dengan kapasitas hingga 512 GB dan dilengkapi dengan RAM hingga 16GB.

Laptop ini sangat ideal digunakan sehari-hari baik itu untuk bekerja, menikmati hiburan, membuat konten atau bermain game. Kata adik Zia yang tahu banget istilah laptop, ASUS ZenBook UX533 bisa main the sim, permainan membuat rumah kesukaan Zia. 





Itu beberapa alasan kenapa ASUS ZenBook sangat tepat untuk professional on-the-go  (mobile) dan bisa juga buat kita yang baru belajar blog atau vblog. Zia saja yang baru tahu dan baru pertama kali pegang ASUS ZenBook saat Gathering kemarin, benar-benar terinspirasi buat menulis di blog dan share banyak tulisan yang bermanfaat.
Info lebih lanjut, teman-teman bisa kunjungi 

Atau masih tidak percaya ASUS ZenBook benar-benar untuk para blogger silakan kunjungi websitenya kak Katerina




ASUS ZENBOOK, UNLEASH YOUR CREATIVE VISION. 
#2019PAKAIZENBOOK 
#ASUSZENBOOKTERBAIK

Click


,

Assalamu'alaikum rumbengers...

Menurut psikolog, kalau kita sudah mulai susah tidur, itu artinya kita  mulai mengalami gejala stres. Stres nggak cuma datang dari tekanan atau depresi aja lho, tapi bisa juga karena jenuh. Mungkin, di bawah alam sadar kita menyimpan keinginan mendalam untuk traveling, hanya saja selalu punya alasan untuk mengelaknya.

Itu yang Zia alami beberapa hari ini, walaupun sebenarnya Zia sudah jalan-jalan ikut Gathering Asus ke benteng, tapi tetap saja susah tidur. Kalau begini terus, bisa - bisa kerjaan Zia tak selesai dan mau rencana ikut lomba blog takut-takut nya tak jadi. Ya
 sudahlah, mari kita relax sejenak demi refreshment itu nggak ada ruginya kok.


So, kemarin Zia putuskan ikut ayahnya Aziza kerja ke Jambi, dia kerja, Zia liburan bersama bundanya Azizah, Allysa dan Azura di Jambi. 


Pas pulang dari Jambi ke Bengkulu, kami sempatkan singgah dulu di Lubuk Linggau. Liburan sehari di Lubuklinggau. 

Dari Jambi ke lubuk Linggau butuh waktu 6 jam lewat darat. Kota Jambi - Jalur Nes- Muara Bulian -Muara Tambesi -Surolangun - Rumpit - Lubuk Linggau. 

Tips Zia:

- kalau mobil pribadi lebih bagus lewat Nes biar cepat dan jalan nya lumayan bagus.- usahakan berangkat dari Jambi sore atau malam hari biar tidak terlalu macet dengan truk, namun hati-hati karena jalur lawan itu penuh truk yang menuju Jambi

- Usahakan berangkat pagi untuk ke Jambi biar tidak terhalang oleh truk-truk yang bermuatan penuh menuju Jambi. Dan hati-hati ya rumbengers, jalan menuju Jambi, kalau kata Zia ranjau, ada aspal nya yang mulus eh tiba-tiba ada lubang besar. Apalagi kemarin saat kita ke Jambi malam hari, hujan, lubangnya ke tenang air, entah berapa kali ban mobil masuk lubang.

Innova Reborn yang setia menemani kami bekerja dan travelling



LUBUKLINGGAU

Zia sering ikut ayahnya Azizah (Adiknya Zia) kerja di Luar kota, entah berapa kali kami melewati LubukLinggau, dan itu kadang hanya lewat atau kadang numpang tidur sebentar di hotel,  besoknya langsung cuss ke Bengkulu. 

Kali ini, ayah Azizah ada kerjaan di Lubuk Linggau, jadi sengaja menginap dua hari di Lubuk Linggau.

Dari Jambi, Zia berangkat dengan Innova Reborn jam 18:30 WIB , dan sampai LubukLinggau jam 12:30 Malam. 

Alhamdulillah, Innova Reborn pas untuk keluarga yang suka bepergian. Di dalam nya, Zia atur bangku tengahnya di tutup, bangku belakang di buka. Naah di tengah-tengah di isi kasur untuk tidur kakak Azizah dan kakak Allysa. Innova Reborn emang nyaman buat keluarga  yang hobi Traveling.

Sampai di LubukLinggau, langsung ke hotel Dewinda yang baru opening di tahun 2018.


Hotel Dewinda Lubuklinggau

Hotel Dewinda Lubuklinggau termasuk hotel 🌟 🌟 🌟, grand opening di awal tahun 2018. Terletakdi
 Jalan Yos Sudarso Komplek Ruko Caroline Winasta Blok C-1 Rt. 02 Kelurahan Watervang ,Kecamatan Lubuk Linggau Timur I , Lubuklinggau Timur I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Indonesia, 31625


Hotel Dewinda terdiri dari 6 lantai, di lantai 5 ada Jojo Sky Lounge,  RoofTop sky Lounge. Bersantai ria sambil menikmati cerahnya langit sore hari dan pemandangan kota Lubuklinggau. Hotelnya lumayan dekat dengan pusat kota, di depan gerbang ada Indomaret dan pusat kuliner. Selain itu, Hotel Dewinda juga menyediakan shuttle car dari bandar Udara Silampari ke hotel. Jadi, untuk transit, untuk menginap karena kerjaan atau untuk family room, Hotel Dewinda Recommended

Kamarnya dari superior sampai ke president suit. Zia dapat kamar yang deluxe, di lantai 3 dan connecting room. Kamarnya bersih dan harum, namun kamar mandinya agak sedikit berbau kapur barus.so far so good lah.

Hotel Dewinda

Deluxe satu bed



Karena deluxe room, jadi tersedia mini bar, Alhamdulillah belum ada isinya, kalau ada isi nya,  ya sudahlah, siap2 di bongkar dan di buka Allysa. Wifinya kencang loh, bisa nonton drama Korea. Breakfastnya sangat standar seperti hotel 🌟 🌟, namun yang paling enak itu gorengan dan agar-agar nya.
Silakan reservasi lewat Traveloka atau langsung ke hotel nya 



Gubug Makan Mang Engking Lubuk Linggau


Gubug Makan Mang Engking LubukLinggau adalah restaurant khas tataran Sunda. Sebuah rumah makan yang bernuansa alam pedesaan di tengah-tengah hiruk pikuknya kota, dengan arsitektur bangunan tradisional yang berciri khas sunda. Konsep tata ruang dan bangunan berupa gubug atau saung yang mampu menghadirkan lingkungan yang sejuk alami dengan pemandangan taman, kolam ikan dan sawah yang asri, indah dan nyaman. Gubug Makan Mang Engking kini hadir di 9 Kota besar, salah satunya LubukLinggau dengan bangga mempersembahkan yang terbaik, Dari Desa Untuk Indonesia. 

Mang Engking..di Bengkulu juga ya.

Bagian depan GuBuk Makan Mang Engking


Discount khusus bagi yang menginap di Dewinda Hotel

Cabang-Cabang Gubuk Makan Mang Engking Sebroyot



Gubuk Makan Mang Engking, tempatnya nyaman, luas, adem, dan kalau di Lubuklinggau, mungkin karena cuacanya panas, jd dalam saung itu juga sedikit panas namun tidak gerah..butuh kipas angin aja. Saungnya berupa lesehan dengan kapasitas 4-6 orang permeja. Ada balkon khusus untuk duduk lesehan sambil melihat ikan-ikan berenang . Anak-anak suka di sana karena kita bisa kasih makan ikan di danau yang menyatu dengan saung tempat kita makan. Malah Allysa dengan manisnya, pentungan untuk memanggil karyawan nya dijadikan alat memancing ikan. Hahahaha sibuklah kakak Azizah dan kakak Allysa mancing ikan sambil makan. Kalau nasinya ga habis, tinggal kasih ikan.

Rumbemgk
 








MMngkin karena temanya, Dari Desa untuk Indonesia, kemarin Zia perhatikan, saung tempat Zia makan tidak ada stock kontaknya, dan juga tidak ada WiFi. So, emang benar-benar serasa kita di pedesaan. Pas juga buat mencari inspirasi, rileksasi dan udara yang bersih. Parkirannya pun sangat luas. 


Pelayanannya ramah, cepat dan sigap. Masakannya enak seperti masakan Sunda daerah pedesaan. Jadi makan di Gubuk Mang Engking, seperti makan di pinggir kolam ikan yang luas. Zia jadi kangen kota Bandung. Ayam kampung mentega, cumi goreng tepung dan udang santannya recommended banget. Sayang karedoknya kurang greget (kurang rasa khas Sunda)  menurut Zia. Harganya sesuai dengan rasa masakan dan suasanya nya yang menyenangkan alias agak sedikit mahal namun Recommended

Cumi goreng tepung dan Karedok

Di bagian depan  restaurant ada di sediakan terapi ikan kecil-kecil, souvernir dan ice cream. Oh ya, karena Zia mengatakan menginap di hotel dewinda, jadi ada discount 10% asal menunjuk kunci kamar hotel dewinda.Makan siang, makan malam, romantis dinner, pesta keluarga, gathering, atau rapat pas banget di Gubuk Makan Mang Engking. Dan jangan lupa reservasi dulu dihttp://mangengkinggroup.com/?page_id=360Atau Telpon : 0822-8006-1444Atau langsung saja ke :Jl. Jend. Sudirman, Siring Agung, Lubuk Linggau Sel. II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan 31625

Sustainable Living